

Kegiatan Kuliah Lapangan merupakan agenda akademik tahunan Program Studi Pendidikan Biologi yang bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep biologi melalui pengalaman belajar secara langsung di laboratorium alam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mengamati berbagai fenomena ekologis secara nyata di lapangan.
Pada tahun ini, Taman Nasional Baluran dipilih sebagai lokasi kuliah lapangan karena memiliki keragaman ekosistem yang sangat representatif sebagai media pembelajaran. Beberapa pertimbangan pemilihan lokasi tersebut antara lain:
- Padang Savana Bekol
Kawasan savana menjadi lokasi yang ideal untuk mendukung pembelajaran mata kuliah Ekologi. Di kawasan ini, mahasiswa dapat mengamati karakteristik vegetasi savana, jenis-jenis tumbuhan yang mampu beradaptasi pada kondisi kering, serta berbagai satwa liar yang hidup dan berinteraksi di dalam ekosistem tersebut. - Pantai Bama sebagai Ekosistem Pesisir dan Laut
Lokasi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari ekosistem akuatik secara langsung. Mahasiswa melakukan pengamatan terhadap keanekaragaman biota pesisir, mulai dari padang lamun, organisme intertidal, hingga berbagai fauna laut yang menjadi penyusun ekosistem pantai. - Zona Peralihan (Ekoton)
Salah satu keunikan Taman Nasional Baluran adalah keberadaan zona peralihan antara ekosistem daratan dan perairan. Kawasan ini menjadi objek pembelajaran yang menarik karena memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi sebagai akibat bertemunya dua tipe ekosistem yang berbeda.
Kuliah lapangan ke Taman Nasional Baluran diikuti oleh 4 dosen pendamping dan 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yang berperan sebagai tim peneliti lapangan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melaksanakan berbagai aktivitas ilmiah, di antaranya mengamati perilaku satwa liar beserta keterkaitannya dengan kondisi lingkungan, mengidentifikasi keanekaragaman dan arsitektur tumbuhan, serta melakukan pengamatan keanekaragaman biota laut menggunakan metode sampling transek.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan konsep-konsep biologi yang telah dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lapangan. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat pemahaman akademik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir ilmiah, keterampilan penelitian, serta kepedulian terhadap upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Lutung
Pengamatan zona Peralihan
