Kediri — Upaya pengembangan potensi Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menuju desa ekowisata yang mandiri dan berkelanjutan memasuki tahap penting. Setelah melalui proses pendampingan sejak tahun 2023, PPK Ormawa HIMABIO Helianthus secara resmi melaksanakan Launching Pengembangan Desa Tempurejo sebagai Desa Ekowisata Mandiri dan Berkelanjutan Tahun 2026 pada 15 Agustus 2026.
Kegiatan launching dilaksanakan di kawasan Sumber Jembangan, Desa Tempurejo, salah satu kawasan yang menjadi bagian dari pengembangan potensi ekowisata desa. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi dan hasil pengembangan yang telah dilakukan bersama masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Desa Tempurejo sebagai desa wisata yang mampu mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pendampingan pengembangan potensi Desa Tempurejo pertama kali diinisiasi oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Biologi pada tahun 2023. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan oleh PPK Ormawa HIMABIO Helianthus sejak tahun 2025 melalui pendampingan yang lebih terarah pada pengembangan ekowisata berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Pada tahun 2026, pengembangan PPK Ormawa HIMABIO Helianthus difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu penguatan teknologi tepat guna, digitalisasi informasi ekowisata, serta pengembangan atraksi budaya desa.
Dalam aspek teknologi tepat guna, PPK Ormawa mengembangkan mesin pengaduk jamu otomatis untuk mendukung proses produksi jamu masyarakat. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjadi bagian dari upaya pengembangan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan potensi untuk terus dikembangkan.
Pada aspek digitalisasi, PPK Ormawa mengembangkan website ekowisata Desa Tempurejo sebagai pusat informasi mengenai potensi dan kegiatan wisata desa. Kehadiran website tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dan calon pengunjung memperoleh informasi mengenai destinasi, potensi desa, produk lokal, serta berbagai paket edukasi ekowisata yang tersedia.
Sementara itu, pada aspek pengembangan atraksi budaya, PPK Ormawa HIMABIO Helianthus turut mendorong terbentuknya kelompok kesenian jaranan dan kelompok tari anak. Kedua kelompok tersebut dikembangkan sebagai bagian dari atraksi budaya yang dapat memperkuat identitas Desa Tempurejo sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat dalam pelestarian seni dan budaya lokal.
Selain hasil pengembangan PPK Ormawa, kegiatan launching juga menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi dan produk UMKM yang telah berkembang di Desa Tempurejo. Beberapa di antaranya adalah olahan susu kambing etawa, keripik, dan kerajinan anyaman tas. Produk-produk tersebut bukan merupakan produk yang dikembangkan oleh PPK Ormawa, melainkan potensi dan usaha masyarakat Desa Tempurejo yang turut diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan ekonomi lokal dalam pengembangan desa wisata.
PPK Ormawa juga mengembangkan paket edukasi ekowisata, salah satunya melalui konsep Wisata Sekolah Hutan. Dalam paket tersebut, ecoprint menjadi salah satu kegiatan edukatif yang dapat memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk mengenal pemanfaatan sumber daya alam secara kreatif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, pengembangan Desa Tempurejo tidak hanya diarahkan untuk menciptakan sebuah destinasi wisata, tetapi membangun sebuah ekosistem ekowisata yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Potensi alam menjadi daya tarik wisata, UMKM menjadi penggerak ekonomi lokal, budaya menjadi atraksi dan identitas desa, sementara teknologi dan digitalisasi menjadi pendukung pengelolaan serta promosi wisata.
Launching pada 15 Agustus 2026 menjadi penanda penting dalam perjalanan panjang pengembangan Desa Tempurejo. Setelah sebelumnya melalui proses pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat, berbagai unsur tersebut mulai dipadukan dalam sebuah konsep desa ekowisata yang diharapkan dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara PPK Ormawa HIMABIO Helianthus, masyarakat Desa Tempurejo, dan berbagai pihak yang terlibat, pengembangan desa wisata diharapkan tidak berhenti pada kegiatan launching, tetapi terus berkembang menjadi gerakan bersama. Keberlanjutan desa wisata akan bertumpu pada kemampuan masyarakat untuk mengelola potensi yang dimiliki, menjaga kelestarian lingkungan, melestarikan budaya, mengembangkan ekonomi lokal, serta memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan informasi dan promosi.
Dari alam yang dijaga, budaya yang dilestarikan, dan masyarakat yang diberdayakan, Desa Tempurejo melangkah menuju ekowisata yang mandiri dan berkelanjutan.
