Kediri — Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Nusantara PGRI Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran biologi berbasis riset melalui keberhasilan memperoleh pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kemitraan Masyarakat dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 dengan nomor kontrak induk 210/C3/DT.05.00/PM/2026.
Program PkM tersebut dilaksanakan selama periode Juni hingga Desember 2026 dengan mengangkat pengembangan Science Biodiversity Kit, sebuah perangkat pembelajaran yang dirancang untuk membantu guru biologi dalam mengembangkan materi keanekaragaman hayati berbasis hasil riset.
Science Biodiversity Kit dikembangkan dalam bentuk seperangkat alat dan protokol penelitian sederhana yang dapat digunakan oleh guru untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran dan projek sains di sekolah. Melalui kit tersebut, guru diharapkan tidak hanya menyampaikan konsep keanekaragaman hayati sebagai materi teoritis, tetapi juga dapat mengajak siswa melakukan pengamatan dan penelitian sederhana terhadap keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.
Program PkM ini bermitra dengan guru-guru biologi SMA yang tergabung dalam MGMP Biologi Kediri. Kemitraan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis hasil riset, sekaligus menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan materi biologi yang diajarkan di tingkat sekolah menengah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada Jumat, 31 Juli 2026, dilaksanakan Seminar dan Lokakarya “Science Biodiversity Kit: Pemberdayaan Guru Biologi SMA Kediri dalam Mengembangkan Projek Sains Berbasis Hasil Riset Keanekaragaman Hayati”. Kegiatan berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB di Auditorium Cakrawala Mandala Nusantara, UNP Kediri.
Seminar menghadirkan Muhammad Rifqi Hariri, M.Si. dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN sebagai pemateri. Materi yang disampaikan mengangkat sejumlah perkembangan dan pembaruan dalam ilmu keanekaragaman hayati, termasuk perkembangan taksonomi yang kini telah memanfaatkan pendekatan molekuler hingga tingkat DNA, pemahaman mengenai karakter morfologi tumbuhan, serta berbagai konsep yang perlu dikaji kembali seiring berkembangnya ilmu pengetahuan.
Salah satu perhatian utama dalam kegiatan ini adalah bagaimana guru dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang berlangsung dengan sangat cepat. Konsep-konsep yang selama ini dikenal dalam pembelajaran biologi terus mengalami perkembangan seiring munculnya teknologi dan metode penelitian baru. Oleh karena itu, pembaruan pengetahuan menjadi penting agar materi yang diberikan kepada peserta didik tetap relevan dengan perkembangan sains.
Melalui seminar dan lokakarya ini, guru tidak hanya memperoleh informasi mengenai perkembangan keilmuan, tetapi juga diarahkan untuk melihat kembali konsep-konsep keanekaragaman hayati yang selama ini diajarkan di sekolah. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan Science Biodiversity Kit, sehingga perangkat yang dihasilkan nantinya dapat menjadi sarana untuk membawa pendekatan riset ke dalam pembelajaran biologi secara sederhana, kontekstual, dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Program PkM ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Ida Rahmawati, S.Pd., M.Sc. sebagai ketua, serta Dr. Mumun Nurmilawati, M.Pd. dan Tutut Indah Sulistiyowati, S.Pd., M.Si. sebagai anggota.
Melalui program ini, Program Studi Pendidikan Biologi UNP Kediri berupaya membangun jembatan antara perkembangan riset keanekaragaman hayati, kapasitas guru, dan pengalaman belajar siswa. Harapannya, guru dapat menjadi penghubung yang membawa perkembangan ilmu pengetahuan dari dunia penelitian ke ruang kelas melalui projek-projek sains yang lebih kontekstual dan berbasis bukti.
Pengembangan Science Biodiversity Kit juga diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perangkat pembelajaran, tetapi dapat menjadi sarana pemberdayaan guru dalam mengembangkan budaya penelitian sederhana di sekolah. Dengan demikian, keanekaragaman hayati yang berada di sekitar peserta didik dapat dipandang bukan sekadar sebagai materi dalam buku teks, melainkan sebagai objek sains yang dapat diamati, diteliti, dan dipahami melalui proses ilmiah.
